Senin, 28 November 2011

Deteksi Dini Pertumbuhan dan Perkembangan

DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG


Definisi :
Deteksi dini : upaya penjaringan secara komprehensif untuk menentukan penyimpangan tumbuh kembang dan mengetahui dan mengenal faktor resiko ( Fisik, Biomedik, Psikososial ).

Kegunaan :
Mengetahui penyimpangan tumbuh kembang secara dini , sehingga upaya pencegahan, upaya stimulasi dan upaya penyembuhan dapat diberikan dengan indikasi yang jelas sedini mungkin pada masa - masa kritis proses pertumbuhan.

Deteksi dini Tumbuh Kembang Anak

Definisi :
Tumbuh : Sel / Jaringan  > = Kuantitatif
Kembang : Fungsi  > = Kualitatif

Lingkup Tumbuh Kembang :
Perkembangan Fisik ( pertumbuhan / growth )
BB, TB, Lingkar Kepala dll.
Perkembangan Syaraf
Motorik, wicara.
Perkembangan kognitif / mental / intelektual.
Perkembangan prilaku.

Faktor yang berpengaruh pada Tumbuh Kembang
Heredo konstitusional
Bio Psiko Sosio Kultural.

Yang disebut anak :
Selama amasih bertumbuh & berkembang
Perempuan : 18 th
Laki-laki : 21 th.

Tahap Tumbuh Kembang anak.
- konsepsi 
Janin - bayi dalam kandungan / orok
Perinatal
Natal
Neonatal
Bayi
Balita
Sekolah
Remaja

Deteksi Dini / Identifikasi Dini :
Salah satu tingkat pencegahan dalam preventive phediatrics yang termasuk dalam preventif sekunder.
Yaitu upaya untuk mencegah gangguan tumbuh kembang melalui pendekatan resiko, atau menghentikan proses kelainan / penyimpangan dengan intervensi yang adekuat (Behrman, Forrest, Jenkins sue).

Faktor Generik

Tumbuh Kembang Anak
Faktor Lingkungan

Penyakit Generik yang dapat didiagnosa selama masa kehamilan antara lain :
Sindroma down
Sindroma Turner
Thalasemia.
Faktor lingkungan : Dalam deteksi dini memerlukan data data konkrit dari macam-macam perjalanan suatu penyakit yang berbeda-beda di masyarakat.

Pemantauan / Monitoring Tumbuh Kembang.
Tanda-tanda Tumbuh Kembang fisik diamati dengan :
Pertambahan besar ukuran-ukuran anthropometrik dan gejala / tanda lain pada rambut, gigi geligi, otot, kulit, jaringan lemak, darah dll.

Ukuran Antrhropometrik.
Sering dipakai :
Berat badan
Panjang badan / Tinggi badan
Lingkaran kepala
Lingkaran lengan atas
Lipatan kulit.

Untuk keperluan khusus :
( Pada kasus dengan kelainan bawaan / untuk menentukan jenis ………. / Somatotype)
Lingkaran dada, perut, leher
Panjang jarak antara 2 titik

Deteksi Dini :
Perlu :
Sikap aktif cari kelainan, koreksi kelainan tersebut  penyimpangan dapat diatasi.
Mengenal faktor resiko, menjaring kelainan dengan menggunakan faktor & resiko  intervensi yg cepat.
Skrining , pemeriksaan , pementauan.
Pendekatan Epidemiologis
(Kehamilan, janin, neonatus resiko tinggi)
Pemeriksaan fisik
(Kelainan ibu, janin, neonatus )
Pemeriksaan penunjang.
(Biokimia, pencitraan, potensial elektronik dll)

Deteksi dini Prenatal.
1. Pemeriksaan sebelum nikah
2. Skrining & diagnosa
Terhadap BBLR & BKB
Tehadap kelainan hereditair
Tehadap anemia, hypertensi, Diabetis & Peny Tipoid
Terhadap Infeksi perinatal.
3. Diagnosa antenatal : - Cairan Amnion / USG dll
(1) Kegunaan deteksi dini tumbang

Mengetahui penyimpangan secara dini tumbang (fase dini)  upaya pencegahan, stimulasi penyembuhan dan pemulihan dapat diberikan dengan indikasi jelas sedini mungkin dan disesuaikan umur perkembangan anak  kondisi yang optimal.

(2) Pelaksanaan deteksi dini
Tenaga Profesional
Kader/relawati
Orangtua/anggota keluarga lain
Yang mampu dan trampil

a) Alat untuk deteksi dini
Untuk menjaring anak berkelainan dari mereka yang normal yaitu antara lain:
1. Deteksi resiko keluarga
2. BB menurut tinggi badan anak
3. Pengukuran lingkaran kelompok anak
4. Kuesioner pra skrining perkembangan

Langkah-langkah deteksi dini:
I. Riwayat Medis
II. Penilaian perkembangan
0 – 5 : KMS, lingkar lengan, DDST, imunisasi, gizi
5 – 12 : sekolah. Ortu
13-18 : sekolah, ortu
III. Penilaian lingkungan rumah
IV. Evaluasi penglihatan, pendengaran
V. Berbicara, berbahasa
VI. Pemeriksaan fisik, periodik
VII. Neurologik
VIII. Intelegensi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Photobucket