Minggu, 27 November 2011

Askep Elektrokardiografi

ASUHAN KEPERAWATAN ELEKTROKARDIOGRAFI


I. DEFINISI
Electrocardiography adalah ilmu yang mempelajari aktivitas listrik jantung. Sedangkan electrocardiogram adalah grafik yang menggambarkan rekaman listrik jantung.
Kegiatan listrik jantung sering di jantung sering dihubungkan dengan perjalanan impulsdari jantung yang dihantarkan menuju jaringan tubuh dan dapat diukur pada permukaan tubuh dengan menggunakan suatu galvanometer ( suatu mesin yang digunakan untuk mengukur arus listrik ). Galvanometer digunakan untuk mendeteksi dan meningkatkan aktivitas listrik yang relative kecil dari jantung dan kemudian dapat digambarkan pada kertas yang disebut sebagai elektrokardiogram (EKG).
EKG dapat mencatat aktivitas listrik miokardium dari 12 posisi yang berbeda ; 3 posisi standar, 3 posisi unipolar, dan 6 posisi dada. Informasi ini sangat berguna dalam mendiagnosa penyakit-penyakit kardiovaskuler seperti angina pectoris atau miokardial infark.

Sistem Konduksi Jantung
Jantung memiliki system dimana selnya mempunyai kemampuan untuk membangkitkan dan menghantarkan impuls listrik secara spontan. Setiap denyut jantung normal merupakan hasil pembangkitan impuls listrik di nodus Sino-Atrial yang mengatur ferkuensi dan irama denyutan jantung. Pola hantaran normal jantung dikenal sebagai irama sinus ( sinus rhythm ).
Impuls jantung akan meninggalkan SA Node dan berpencar menuju otot atrium melalui jalur intra atrium, sehingga mengakibatkan kontraksi kedua atrium. Impuls kemudian menjalar ke nodus Atrio-Ventrikuler yang memberikan waktu kontraksi kedua atrium dan memastikan pengisian darah di ventrikel. Impuls kemudian dihantarkan ke bundle his dan diteruskan menuju serabut purkinje. Peristiwa ini tidak lebih dari beberapa detik dan mengakibatkan kontraksi ventrikel. Hantaran impuls sepanjang serabut serabut khusus, 5 kali lebih cepat dibandingkan pada serabut otot jantung tidak khusus. Transmisi impuls yang cepat ini merangsang sel otot melalui kedua ventrikel kontraksi secara terus-menerus (simultan).
Jalur hantaran listrik di bagian lain juga memiliki kemampuan membangkitkan impuls, tetapi impuls ini terjadi hanya pada keadaan abnormal. Frekuensi denyutan alami pada jalur hantaran pacemaker, yaitu :
SA Node 60 – 100 kali/menit
AV Node 40 – 60 kali /menit
Sistem purkinje 25 - 40 kali /menit

II. INDIKASI
Digunakan untuk untuk mendapatkan informasi kegiatan listrik pada kondisi – kondisi sebagai berikut :
Disritmia jantung
Iskemia miokard ( angina pectoris )
Lokasi dan perluasan daerah infark miokard
Hipertrofi jantung
Ketidakseimbangan elektrolit
Keefektifan obat-obat jantung

III. PROSEDUR
Alat-alat yang dibutuhkan :
Mesin Elektrokardiogram
Elektroda ekstremitas
Elektroda isap ( suction electrode )
Kawat penghubung klien dan kawat penghubung tanah / grounding
Kapas dan alcohol
Elektroda jelly


Persiapan Klien dan Peralatan
Perekaman yang dilakukan adalah 12 sadapan lengkap yaitu ; standar leads, unipolar lead, dan precordial leads. Kabel yang digunakan ada 2 macam yaitu 4 kabel terpisah untuk ekstremitas dan 6 kabel untuk sadapan prekordial.

Persiapan Klien
1. Anjurkan klien untuk berbaring dengan tenag dan daerah dada dibuka. Berikan penjelasan mengenai tujuan dan jalannya prosedur pemeriksaan. Kepala diberikan bantal dan perhiasan yang dipakai dilepaskan.
2. Bersihkan permukaan kulit kedua pergelangan tangan dan kaki dengan menggunakan kapas beralkohol.
3. Berikan keempat elektroda ekstremitas dengan EKG jelly secukupnya dan pasang elektroda tersebut di tempat yang telah dibersihkan.
4. Hubungkan kabel penghubung klien dengan elketroda sebagai berikut :
Kabel RA (right arm) merah dihubungkan dengan elektroda tangan kanan
Kabel LA (left arm) kuning dihubungkan dengan elketroda tangan kiri
Kabel LL (left leg) hijau dihubungkan dengan elektroda di kaki kiri
Kabel RL (right leg) hitam dihubungkan dengan elketroda di kaki kanan.
5. Bersihkan permukaan kulit dada dengan kapas alcohol, berikan jelly juga, pasang elektroda di tempat yang telah dibersihkan.
6. Hubungkan kabel penghubung klien dengan elektroda sebagai berikut :
C1 : ICS 4 garis sternal kanan, dengan kabel merah
C2 : ICS 4 gari strenal kiri, dengan kabel kuning
C3 : pertengahan garis lurus antara C1 dan C2, warna hijau
C4 : ICS 5 kiri di garis midklavikula
C5 : titik potong garis aksila kiri dengan garis mendatar C4
C6 : titik potong garis aksila kiri dengan garis mendatar dari C4 dan C5.
C1 dan C2 merupakan titik untuk mendengarkan bunyi jantung I dan II



Persiapan Peralatan
7. Bersihkan permukaan elektrodan dengan kapas alcohol/tissue
8. Nyalakan power on / off alat EKG, hubungkan kabel klien dengan mesin.
9. Atur kecepatan alat dan pneraan kepekaan alat.
10. Tekan star-stop untuk memulai dan mengakhiri perekaman
11. Dengan menekan tombol yang sesuai, catat berturut-turut :
Hantaran satndar Einthoven : I, II, III
Hantaran “Augmented extremity leads: : aVL, aVR, dan aVF.
Hantaran “Wilson perkordial leads” : V1, V2, V3, V4, V5, dan V6.
Tiap hantaran dicatat untuk 3-5 siklus.
12. Tuliskan identitas klien di pojok kiri atas, meliputi : nama, usia, jenis kelamin, jam pemeriksaan.
13. Setelah selesai pencatatan, rapikan dan bersihkan alat seperti semula
14. Tempelkan hasil perekaman serapi mungkin di lembar lampiran.


DAFTAR PUSTAKA
Hudak & Gallo.(1994). Critical care nursing : a holistic approach.
(7th edition). Lippincott : Philadelphia..

Muhiman. (2001). Penatalaksanaan pasien di intensive care unit. Jakarta :
BP FKUI.






IV. ANALISA ELEKTROKARDIOGRAM




Nama:……………Kelamin: L/P Umur:……… TB :………..cm
BB :…….Kg Tekanan darah :……….mmHg
Catatn klinik dan pengobatan :………………………………………….
a. Frekuensi denyut jantung;……………..x/menit N ( 60 – 100 x/mnt)
b. Irama jantung :…………………….. N ( sinus rhythm )
c. Gelombang P :…………………….. N (
d. Interval P-R :………………….detik N ( 0,12 – 0,20 detik )
e. Kompleks QRS :
Interval ;………………….detik N ( 0,06 – 0,12 )
VAT :…………………. detik
Koreksi interval QT :…………………..detik
f. Gelombang T :………………….. N (positif di I,II,V3-V6)
g. Gelombang U :…………………. N ( defleksi positif )

Kesimpulan : 1. EKG normal
2. EKG dalam batas normal
3. EKG pada “borderline”
4. EKG pathologis dengan tanda-tanda:……………….
5. EKG pathologis yang non spesifik

Anjuran : * Mengulangi pemeriksaan, tanggal :……………………
Ulangi pemeriksaan EKG secara berkala tiap :………..
Lain-lain………………………….
Pemeriksa

(……………………….)






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Photobucket